Belajar Bisnis dari Desa hingga Mendunia, Mahasiswa STIE Bakti Bangsa Serap Inspirasi Kewirausahaan
Pamekasan: Kegiatan kuliah kunjungan industri yang diikuti mahasiswa Program Studi
Ekonomi Islam STIE Bakti Bangsa pada Sabtu, (20/12/2025), menjadi pengalaman
belajar yang bermakna dalam memahami dunia usaha secara nyata. Melalui kunjungan
ke PR Putra Panglima dan CV. Silver 21, mahasiswa tidak hanya mendapatkan
pengetahuan praktis tentang bisnis, tetapi juga nilai-nilai penting yang
membentuk pola pikir kewirausahaan.
Dari PR Putra Panglima, mahasiswa belajar sebuah usaha dapat dirintis dari lingkungan desa namun tetap memiliki visi besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Perusahaan rokok lokal tersebut telah memasarkan produknya di wilayah Jawa Timur, Jawa Barat, serta berbagai provinsi lain di Indonesia, dan ke depan merencanakan ekspansi pemasaran hingga ke Filipina. Pengalaman ini membuka wawasan mahasiswa bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang selama pelaku usaha memiliki perencanaan yang matang dan keberanian mengambil peluang.
Sampel tembakau: PR. Putra Panglima mengajak mahasiswa untuk melihat sampel tembakau sebelum masuk ke ruang produksi
Sementara itu, kunjungan ke CV. Silver 21 memberikan pembelajaran tentang pentingnya tekad dan mental wirausaha dalam membangun usaha. Mahasiswa melihat secara langsung bagaimana sebuah usaha kreatif dijalankan dengan mengandalkan ketekunan, keberanian memulai, serta kemampuan bertahan menghadapi tantangan pasar. Nilai-nilai tersebut menjadi pelajaran penting bagi mahasiswa yang ingin terjun ke dunia usaha.
Kunjungan: Mahasiswa Prodi Ekonomi Islam saat melakukan kunjungan ke CV. Silver 21
Salah satu mahasiswa peserta kunjungan, Febriyanti, mahasiswi Ekonomi
Islam STIE Bakti Bangsa, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan perspektif
baru tentang dunia bisnis. Menurutnya, belajar langsung dari pelaku usaha
membuat mahasiswa lebih memahami realitas bisnis dibandingkan hanya mempelajari
teori di ruang kelas.
“Dari PR Putra Panglima kami belajar bahwa bisnis bisa dimulai dari
desa tetapi memiliki peluang untuk menembus pasar nasional bahkan
internasional. Sementara dari CV. Silver 21 kami belajar bahwa tekad dan mental
wirausaha sangat penting agar usaha bisa bertahan dan berkembang,” ujar Febriyanti.
Melalui kuliah kunjungan industri ini, mahasiswa tidak hanya memperkaya
pemahaman akademik, tetapi juga mendapatkan motivasi untuk berani bermimpi
besar, membangun mental kewirausahaan, serta mempersiapkan diri menjadi
generasi yang siap bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi di masa
depan.(red).