Pendampingan Jangka Panjang, LPPM STIE Bakti Bangsa teken MOU dengan UMKM Nyi Leha Batik
STIE Bakti Bangsa: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIE Bakti Bangsa melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM) Nyi Leha Batik. MoU dilakukan disalah satu Warung Milik Rakyat (Wamira) Chiken.

Menunjukkan: MoU antara LPPM STIE Bakti Bangsa dengan UMKM Nyi Leha Batik
Menurut Siti Jamila Sekretaris LPPM STIE Bakti Bangsa, UMKM yang bergerak dibidang produksi dan penjualan batik tersebut, dinilai berpotensi untuk menjadi UMKM berkembang. Sehingga, perlu dilakukan pendampingan secara terus menerus agar UMKM tersebut melesat kemajuanya.
Dosen prodi ekonomi pembangunan STIE Bakti Bangsa ini menambahkan, kemitraan perguruan tinggi dengan pelaku usaha di Pamekasan, merupakan salah satu kewajiban untuk melaksanakan tridharma pergurun tinggi. Sehingga, karena STIE Bakti Bangsa merupakan kampus ekonomi, mau tidak mau sasaranya salahsatunya pelaku UMKM.
“LPPM STIE Bakti Bangsa memiliki kewajiban menjalankan tri dharma pergurun tinggi, salah satunya dibidang pengabdian kepada masyarakat. Makanya kami melakukan MoU dengan Nyi Leha Batik, karena kami nilai UMKM ini memiliki prospek baik untuk pengembangan,”ungkapnya.

Penandatangan MOU
Jamila mengakui, bahwa Perguruan tinggi juga memiliki kewajiban untuk memperkuat UMKM di Indonesia. Misalnya melakukan penelitian-penelitian yang melahirkan inovasi dan pemetaan produk unggulan UMKM Indonesia.
“Tentu kita berharap, kita ingin terus berkolaborasi dalam rangka melahirkan inovasi dan pemetaan produk unggulan UMKM di Pamekasan. Kita harapkan inovasi-inovasi yang ada di kampus bisa segera dimanfaatkan untuk mendorong produk-produk unggulan UMKM,” kata Jamila disela-sela MoU dengan UMKM Nyi Leha Batik.
Peran kedua yaitu pendampingan dan pelatihan berkelanjutan. Contohnya melalui penampungan inovasi mahasiswa dan inkubator inovasi, melakukan kuliah kerja nyata (KKN) tematik oleh mahasiswa atau pengabdian masyarakat oleh tenaga pengajar, pelatihan kewirausahaan, pelatihan digitalisasi, dan lainnya.
Peran berikutnya adalah peningkatan pengetahuan UMKM dan pengetahuan mahasiswa terkait UMKM. Selanjutnya, penciptaan inovasi teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas dan nilai tambah UMKM.(red)