Perkuat Budaya Riset, Dua Dosen STIE Bakti Bangsa Ikuti Workshop Roadmap Penelitian


Pamekasan, 28 Oktober 2026 — Dua dosen STIE Bakti Bangsa Pamekasan, Hajjatul Mabruroh dari Program Studi Ekonomi Pembangunan dan Akh. Fawaid dari Program Studi Ekonomi Islam, mengikuti kegiatan Workshop Roadmap Penelitian dan Penguatan Metodologi yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM), Rabu (28/10/2026).

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), yakni Dr. Teguh Herlambang, S.Si., M.Si., yang menyampaikan materi roadmap penelitian dan penguatan metodologi sains dan teknologi (Saintek), serta Dr. Fifi Khoirul Fitriyah, S.Pd., M.Pd., yang membahas roadmap dan metodologi penelitian sosial-humaniora (Soshum).

Dr. Teguh Herlambang memiliki rekam jejak publikasi ilmiah yang luas. Berdasarkan informasi yang disampaikan, profil Google Scholar dengan cakupan terluas mencatat lebih dari 170 dokumen publikasi ilmiah dengan total 2.226 sitasi. Sementara itu, berdasarkan data Scopus, Dr. Teguh memiliki 55 artikel ilmiah internasional terindeks Scopus dengan Scopus H-index 14. Adapun Dr. Fifi Khoirul Fitriyah memiliki 31 artikel ilmiah terindeks Scopus dengan Scopus H-index 7.

Dalam pemaparannya mengenai roadmap penelitian dan penguatan metodologi Saintek, Teguh Herlambang menekankan pentingnya menyusun roadmap penelitian yang menunjukkan kesinambungan antara identifikasi masalah, kebaruan penelitian (novelty), desain metodologi, proses validasi, hingga luaran dan dampak penelitian.“Roadmap penelitian harus dibangun sebagai rangkaian yang berkesinambungan, mulai dari identifikasi masalah dan perumusan kebaruan, hingga validasi serta pemanfaatan hasil penelitian. Dengan metodologi yang kuat dan indikator keberhasilan yang terukur, penelitian diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan dampak nyata melalui penerapan dan hilirisasi hasil riset.”. Ungkapnya.

Sementara itu, Fifi Khoirul Fitriyah menegaskan bahwa penelitian perlu melampaui capaian publikasi dan diarahkan pada kontribusi yang lebih luas. Sebagaimana disampaikan dalam materi workshop, “Riset tidak berhenti pada artikel. Kualitas riset juga diukur dari kontribusinya bagi ilmu pengetahuan, penyelesaian persoalan sosial, dan pengambilan keputusan.”

Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam membangun kepakaran melalui roadmap penelitian. Dalam materi yang sama ditegaskan, “Roadmap bukan daftar judul riset, melainkan strategi membangun kepakaran.”

Kedua materi tersebut memberikan perspektif yang saling melengkapi bagi peserta dalam menyusun agenda penelitian. Pendekatan Saintek menekankan keterhubungan tahapan penelitian, validasi, dan penerapan hasil, sedangkan pendekatan Soshum menyoroti pentingnya kepakaran, kontribusi teoretis, solusi sosial, dan dampak kebijakan. (min)